Lembaga Pendidikan Islam Dalam Pendidikan Karakter

  • Fauzan Ahmad Siregar IAIN Jember
Keywords: Pendidikan, Pendidikan Islam, Pendidikan Karakter

Abstract

Dalam upaya menghadapi dinamika pekembangan zaman yang ditandai oleh berbagai keterbukaan informasi dan interaksi global, maka pendidikan nasional perlu dikelola sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia. Penataan kembali pendidikan nasional Indonesia seyogyanya bisa dimulai dengan menjadikan pendidikan karakter sebagai elemen utama dan menjadi fokus penting bagi sekolah dalam proses pelaksanaan pendidikan dan tujuan pendidikan nasional yang disertai dengan pengembangan potensi intelektual peserta didik yang merupakan  anak bangsa. Dengan karakter peserta didik yang kuat dan tangguh sebagai output lembaga pendidikan Islam, ditambah dengan kompetensi yang baik, maka berbagai tantangan, dan tuntutan baru dapat dipenuhi dan diatasi. Termasuk juga dalam hal mengantisipasi krisis moral yang ada. Pelaksanaan pendidikan karakter diupayakan terlaksana secara baik dengan melibatkan dan kerjasama satuan pendidikan dengan masyarakat. Dalam implementasinya, pengintegrasian pendidikan karakter pada kurikulum sekolah/madrasah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut: 1) mengintegrasikan pendidikan karakter dalam mata pelajaran yang ada pada struktur kurikulum serta mata pelajaran muatan lokal dengan kegiatan intrakurikuler maupun kegiatan kokurikuler, 2) mengimplementasikan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, 3) melaksanakan kegiatan-kegiatan pembiasaan yang dijadikan sebagai budaya sekolah. Pesantren yang merupakan salah satu bagian dari lembaga pendidikan Islam merupakan salah satu wadah penguatan pendidikan karakter bangsa yang sangat potensial dengan pelaksanaan pembinaan dan pembentukan moral santri selama 24 jam. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang dapat berkontribusi positif dalam upaya membangun moral dan karakter bangsa.

Published
2020-03-13