CARA PEMBAGIAN HARTA BERSAMA MENURUT PANDANGAN ULAMA ACEH SINGKIL

  • Ali Sibra Malisi
Keywords: Harta bersama, pandangan ulama singkil

Abstract

Pernikahan adalah sunnah Rasul dan merupakan ibadah bagi yang siap secara jasmani dan rohani. Harus dipahami dibalik ikatan pernikahan ada ikatan yang mengikat antara kedua mempelai. Disamping itu, ada beberapa hal yang harus dijaga bersama. Salah satunya adalah harta bersama. Harta bersama  seolah-olah hanya milik mempelai laki-laki jika mempelai wanita meninggal dunia. padahal hakikatnya harta bersama adalah milik bersama. Namun realitanya harta bersama tidak serta merta menjadi milik bersama ketika salah seorang meninggal dunia. hal inilah yang terjadi di masyarakat Aceh, tepatnya Aceh bagian Singkil. Inilah yang membuat peneliti tertarik untuk menelitinya. Penelitian ini berusaha mengungkapkan bagaimana pembagian harta gono-gini dalam pandangan masyarakat Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara guna mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Harta bersama tidak mesti dibagikan jika mempelai wanita meninggal dunia. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka harta bersama harus dibagikan. Keyakinan ini bertahan lama sampai sekarang dikarenakan oleh pandangan bahwa mempelai wanita jika ditinggal oleh suami akan menikah lagi, ditakutkan harta bersama dikuasai oleh suami barunya, sementara jika suami ditinggal oleh istri, harta tidak dibagikan sebab masih mempunyai tanggung jawab terhadap anak-anak mereka. Melihat pandangan diatas maka dapat disimpulkan bahwa hukum adat sangat mempengaruhi proses pembagian harta bersama. Dan minimnya peran ulama dalam pembagian harta bersama.

References

Ash-Shiddieqy, Hasbi. 1993. Fiqh Waris: Hukum Pembagian Waris menurut Syari’at Islam, Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Bahari, Adib. 2012. Prosedur Gugatan Cerai, Pembagian Harta Gono-Gini, Hak Asuh Anak, Yogyakarta: Pustaka Yustisia.
Damanhuri HR, A. 2012. Segi-Segi Hukum Perjanjian Perkawinan Harta Bersama, Bandung: Mandar Maju.
Jafizham, T. 1997. Persentuhan Hukum di Indonesia dengan Hukum Perkawinan Islam, Medan: Percetakan Mustika.
Manan, Abdul. 1997. Beberapa Masalah tentang Harta Bersama, Mimbar Hukum No. 33 Th. VIII.
Muhammad, Abdul Kadir. 1994. Hukum Harta Kekayaan, Bandung: Citra Atitya.
Mugniyah, Muhammad Jawad. 2010. Fiqih Limia Mazhab, Terj. Masykur AB. dkk., Jakarta: Lentera.
Prodjodikoro, Wirjono. 1993. Hukum Warisan di Indonesia, Bandung: Sumur Bandung.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Cet. VII,(Jakarta: Balai Pustaka, 1995).
Adlim Syah BA, interview: Aceh Singkil, 17 Februari 2020
Rofiq, Ahmad. 1995. Hukum Islam Di Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soermiyati, 1999. Hukum Perkawinan Islam dan Undang-undang Perkawinan, Yogyakarta: Liberty.
Suma, Muhammad Amin. 2005. Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Syah, Ismail Muhammad. 1984. Pencaharian Bersama Istri di Aceh Ditinjau dari Sudut Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Hukum Islam, Disertasi dalam Ilmu Hukum, Medan: Universitas Sumatera Utara.
Thalib, Sayuti. 1986. Hukum Keluarga Indonesia, Jakarta: UI Press
Published
2020-08-16