KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS DALAM BERBAHASA INDONESIA

  • Istiqamah Istiqamah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan morfologis dan sintaksis dalam berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode agih. Metode ini digunakan untuk mencari kesalahan morfologis dan sintaksis berdasarkan bentuk kesalahannya dan berdasarkan faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Berdasarkan metode itu, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik baca markah. Teknik baca markah adalah teknik analisis data dengan cara membaca pemarkah dalam suatu kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan pada tataran morfologis di antaranya (1) merubah seharusnya adalah mengubah, (2) menyontek seharusnya mencontek, (3) berkerja seharusnya bekerja, (4) terpercik seharusnya tepercik, (5) diketemukan seharusnya ditemukan, dan (6) mentaati seharusnya menaati. Kesalahan sintaksis di antaranya (1) kalimat tidak bersubjek, (2) kalimat tidak berpredikat, (3) penggunaan preposisi di antara predikat dan objek, (4) penggunaan konjungsi  di mana, dan (5) ketidaklogisan hubungan makna antara subjek dengan predikat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-28
How to Cite
Istiqamah, I. (2019) “KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS DALAM BERBAHASA INDONESIA”, Sarwah: Journal of Islamic Civilization and Thought, 17(1), pp. 65-92. Available at: https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/sarwah/article/view/532 (Accessed: 27May2020).