THAHARAH SEBAGAI KUNCI IBADAH

  • Aisyah Maawiyah
Keywords: Thaharah, Ibadah

Abstract

Hadats dan najis  menghalangi untuk beribadah kepada Allah seperti melaksanakan shalat, puasa, thawaf dan memegang al- Qur’an  , maka  wajib  berthaharah (bersuci ) sebagai kunci untuk dapat melaksanakan ibadah.  Para Fuqaha meletakkan bab thaharah  selalu diawal  pembahasan ( Bab ). Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya masalah thaharah.  Justru itu, thaharah tidak hanya cukup untuk diketahui, tetapi juga harus dipraktekkan secara benar,baik hadas maupun najis. Menyucikan diri dari hadats dan najis memberi isyarat supaya kita senantiasa menyucikan jiwa dari dosa dan segala perangai yang keji. Hikmah dan manfaat dilakukannya thaharah tersebut memberikan pengetahuan kepada kita bahwa betapa pentingnya thaharah tidak hanya sekedar  untuk melaksanakan ibadah,  tetapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.

Tetapi pada kenyataannya, sebagian umat Islam  masih kurang memahami dalam melaksanakan praktek thaharah. secara benar dikarenakan kurangnya pengetahuan,sehingga  salah dalam pelaksanaannya.  Apabila thaharah  tidak benar atau tidak sempurna, maka pelaksanaan ibadah yaitu shalat, puasa, thawaf, i’tiqaf, memegang al- Qura’an dan lain- lainnya tidak sah atau batal. Karena salah satu syarat sah pelaksnaan tersebut adalah thaharah,  Oleh karena demikian penulis tertarik untuk menulis sebuah tulisan yang berjudul “ THAHARAH SEBAGAI KUNCI IBADAH ” 

Kata Kunci : Thaharah, Ibadah

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-12-29
How to Cite
Maawiyah, A. (2016) “THAHARAH SEBAGAI KUNCI IBADAH”, Sarwah: Journal of Islamic Civilization and Thought, 15(2). Available at: https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/sarwah/article/view/18 (Accessed: 12December2019).