MENGENAL METODE AL-TAFSIR AL-TAHLILI (TAFSIR AL-ZAMAKHSYARI DAN TAFSIR AL-RAZI)

  • Yuliza Yuliza Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Keywords: Tafsir Tahlili, Tafsir Al zamakhsyari dan Tafsir Al Razi

Abstract

Artikel ini membahas Tafsir tahlili yang merupakan salah satu metode tafsir yang paling tua dan yang paling banyak digunakan oleh para pengkaji Al-Quran Selain menjelaskan kosa kata dan lafaz, tahlili juga menjelaskan sasaran yang dituju dan kandungan ayat, seperti unsur-unsur i’jaz, balaghah, dan keindahan susunan kalimat, serta menjelaskan apa yang dapat diambil dari ayat tersebut untuk hukum fikih, dalil syar’i, arti secara bahasa, dan norma-norma akhlak. Hampir seluruh kitab-kitab tafsir al-Qur’an yang ada sekarang dan yang digunakan dalam studi tafsir adalah menggunakan metode tafsir tahlili, yaitu menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an secara berurutan menurut urutan ayat-ayat yang ada dalam mushaf, mulai dari awal surat al-Fatihah sampai akhir surat al-Nas. Tujuan para mufassir menggunakan tafsir tahlili dalam penafsiran Al-Quran untuk meletakkan dasar-dasar rasional bagi pemahaman Al-Quran. Tafsir Al-Quran dengan menggunakan metode tahlili sangat bermanfaat bagi para penuntut ilm, terutama ilmu Al-Quran. Namun demikian setiap metode tafsir memiliki kelebihan pada satu sisi dan kekurangan pada sisi yang lain.  Namun bukan berarti kelemahan dan kekurangan dalam metode penafsiran merupakan sesuatu yang negatif. untuk itu, agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif tantang tafsir tahlili, penulis membahasnya lebih lanjut dalam kajian ini.

References

Abd.Muin Salim, Metodologi Ilmu Tafsir, Yogyakarta: Teras, 2005
Abuddin Nata. Studi Islam Komperhesif, Jakarta: Kencana, 2011.
Badri Khaeruman, Sejarah Perkembangan Tafsir al-Qur’an, Bandung: Pustaka Setia, 2004.
Badri Khaeruman, Sejarah Perkembangan Tafsir al-Qur’an, cetI. Bandung: Pustaka Setia, 2004.
Departemen Pendidikan RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, hal. 580-581.
Fuad Hasan and Koentjaraningrat, “Beberapa Asas Metodologi Ilmiah,” in Metode-Metode Penelitian Masyarakat, ed. Koentjaraningrat Jakarta: Gramedia, 1977.
M. Quraish Shihab dkk, Sejarah dan ‘Ulum al-Qur’an, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2008.

Mani’ Abdul Halim Mahmud, Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir, Jakarta: PT.Raja Grafindo Perkasa, 2006.
Manna Khalil al-Qattan, Mabahis fi Ulum al-Qur’an, terj., Madzakir AS, Jakarta: Lentera Antar Nusa, 2004.
Manna Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-ilmu al-Qur,an. Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa, 2010.
Muhammad Amin Suma, Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an 2, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001.
Muhammad Husain al-Dzahabi, al Tafsīr wa al-Mufassirūn, Jilid. 1, cet. 2 Mesir: Dar al-Kutub al-Haditsah, 1976.
Nashruddin Baidan, Metodologi Penafsiran al-Qur’an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
Quraish Shihab et.al., Sejarah dan Ulum al-Quran, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001.
Rohimin, Metodologi Ilmu Tafsir dan Aplikasi Model Penafsiran, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2007.
Syaikh Manna’ Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, terj. Aunur Rafiq El-Mazni, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2006.
Webster, Webster’s New Twentieth Century Dictionary.
Saiful Rokhim, Mengenal Metode tafsir Tahlili, Al-Tadabbur, Jurnal ilmu-Ilmu Alquran dan Tafsir. Vol 2 no. 03. 2017.
La Ode Ismail Ahmad, Konsep Metode Tahlili Dalam Penafsiran Al-Qur’an
Rosalinda, Tafsir Tahlili: sebuah Metode Penafsiran Al-Quran, Hikmah, Volume XV no. 2 2019, hal. 3.
Faizal Amin, Metode Tafsīr Taḥlīlī: Cara Menjelaskan Al-Qur’an Dari Berbagai Segi Berdasarkan Susunan Ayat, Volume 11, Nomor 1, Juni 2017.
Published
2020-12-31