PERSEPSI KONSUMEN MUSLIM TERHADAP PRODUK MAKANAN TIDAK BERSERTIFIKAT HALAL DENGAN MEREK MENGANDUNG MAKNA SARKASME

  • Widia Wati Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya
  • Ahmad Ajib Ridlwan Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Perception, Muslim Consumers, Sarcasm, Halal Certificate

Abstract

Abstract

Food products with the brand contain the meaning of sarcasm cannot have MUI halal certificate because it is considered to contain language that is not by following Islamic Sharia law and muslim consumers must consume food products that are not only halal but also good in the entire the production process. This research used a qualitative descriptive method that aimed to find out Muslim consumers’ perception towards food products without halal certificate with the brand contain the meaning of sarcasm. The results show that Muslim consumers are less concerned with halal certificates because of their perception that although halal certificates are important, it is not a problem consuming non-halal certified food products as long as they think that the composition is halal in perception, sarcasm is not a problem for Muslim consumers and the presence of halal certificates is only an added value for a food product.

Keywords: Perception, Muslim Consumers, Sarcasm, Halal Certificate

 

Abstrak

Produk makanan dengan merek bermakna sarkasme tidak dapat mengantongi sertifikat halal MUI karena dinilai mengandung bahasa yang tidak sesuai hukum syariat Islam dan sebagai konsumen harus mengonsumsi produk makanan yang tidak hanya halal tetapi juga baik keseluruhannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan memberikan gambaran mengenai persepsi konsumen muslim terhadap produk makanan tidak bersertifikat halal dengan merek bermakna sarkasme. Hasil penelitian menunjukkan konsumen muslim kurang peduli terhadap sertifikat halal karena persepsinya bahwa meskipun sertifikat halal penting namun tidak masalah mengonsumsi produk makanan tidak bersertifikat halal selama menurut mereka komposisinya halal dalam persepsinya, bahasa sarkasme bukan masalah bagi konsumen muslim dan hadirnya sertifikat halal hanya sebagai nilai tambah bagi suatu produk makanan.

Kata kunci : Persepsi, Konsumen Muslim, Sarkasme, Sertifikat Halal

References

Ali, M. (2016). Konsep Makanan Halal dalam Tinjauan Syariah dan Tanggung Jawab Produk atas Produsen Industri Halal. Jurnal Ahkam, XVI(2)2, 291-306.

Anwar, M. K. Fahrullah, A & Ridlwan, A. A. (2018). The Problems Of Halal Certification For Food Industry In Indonesia. International Journal of Civil Engineering and Technology (IJCIET), 9(8), 1625-1632.

Azeez, W. (2013). The Halal Dietary System as a Recipe for Good Health. Journal Of Humanities And Social Science. 7(4), 28-34.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya. 2018. Kota Surabaya dalam angka 2018. Katalog BPS : 11020001.3578. Surabaya.

Badan Pusat Statistik. (2016). Jumlah Restoran/Rumah Makan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, 2013 – 2016. Diperoleh 27 Januari 2019, dari https://jatim.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/137

Daru, N. W&Anwar, M. K. (2019). Persepsi Konsumen Muslim terhadap Produk Ms Glow yang Bersertifikat Halal di Surabaya. Jurnal Ekonomi Islam. 2(2). 1-10.

Desilver, D. (2017). World’s Muslim Population More Widespread Than You Might Think. Diperoleh 27 Januari 2019, dari http://www.pewresearch.org/fact-tank/2017/01/31/worlds-muslim-population-more-widespread-than-you-might-think/

Sukesti, F& Budiman, M. (2014). The Influence Halal Label and Personal Religiousity on Purchase Decision on Food Products in Indonesia. International Journal of Business, Economics and Law,4(1), 150-153.

Fischer, J. (2010). Halal Sanitised: Health and Science in a Globalised Religious Market. Tidsskrift for Islam for skning. 24-47.

Hafidhuddin, D. (2003). Islam Aplikatif. Jakarta : Gema Insani Press.

Izzatulfikri, M. F., Buamonabot, S. N., & Aufadina, K. (2018). Surabaya and Symptom of Sarcasm in Food and Beverage Stalls. Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), 228, 179.

Alzeer, J., Rieder, U.,& Hadeed, K. A. (2017). Rational and practical aspects of Halal and Tayyib in the context of food safety. Journal of Trends in Food Science & Technology, 264-267.

Kementerian Agama RI. (2012). Al-Quran dan Terjemah. Bandung: Syaamil Quran.

Kusumawati, Y., & Herlena, B. (2014). Hubungan antara Persepsi terhadap Kelompok Referensi dengan Pengambilan Keputusan Membeli Produk Kosmetika Tanpa Label Halal pada Mahasiswi Muslim. Jurnal Psikologi Integratif, 2(1), 108.

LPPOM MUI, (2012) (a), Persyaratan Sertifikasi Halal, HAS 23000, Persyaratan Sertifikasi Halal: Kriteria Sistem Jaminan Halal, HAS 23000: 1, LPPOM MUI, Jakarta.

Muzayanah, U., Oetomo, S. B., &Zakiyah. (2019). Kepedulian SiswaMadrasah Aliyah Terhadap Produk Pangan Halal di Kota Surakarta. Jurnal SMaRT (Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi), 05(02), 270-271.

Satori, D.,&Komariah, A. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung :Alfabeta.

Sheth, J. N., Mittal, B., Newman, B. I. (1999). Customer Behavior: Customer Behavior and Beyond. The Dryden Press. Orlando United States of America: Harcourt Brace College Publishers.

Sugiyono. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV.Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.

Walgito, B. (2003). Psikologi Sosial Suatu Pengantar.Yogyakarta :Andi Offest.
Published
2020-09-22
How to Cite
Wati, W., & Ridlwan, A. (2020, September 22). PERSEPSI KONSUMEN MUSLIM TERHADAP PRODUK MAKANAN TIDAK BERSERTIFIKAT HALAL DENGAN MEREK MENGANDUNG MAKNA SARKASME. Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi Dan Perbankan (JESKaPe), 4(2), 205-228. https://doi.org/https://doi.org/10.52490/jeskape.v4i2.722