PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA DI SMP NEGERI SE-KOTA LHOKSEUMAWE

  • Saiful Bahri Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Lhokseumawe
Keywords: Bimbingan dan Konseling, akhlak, siswa smp

Abstract

Dalam perkembangan di zaman sekarang khususnya di Kota Lhokseumawe dimana akhlak siswa telah tergeser lebih jauh dari ajaran Islam, baik sikap, sopan santun dan juga pergaulan yang tidak terarah lagi sudah masuk ke ranah narkoba, pencurian, dan bahkan sudah masuk ke ranah free seks, melihat perkembagan ini yang sangat mengkhawatirkan, maka peneliti sangat tertarik untuk mengkaji lebih mendalam tentang pelayanan bimbingan terhadap pembinaan akhlak siswa di sekolah, karena sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam membina akhlak siswa, maka atas dasar inilah peneliti membuat pertanyaan penelitian, diantaranya, 1), bagaimana pelayanan bimbingan dan konseling dalam pembinaan akhlak siswa di SMPN se Kota Lhokseumawe, 2), bagaimana bentuk pelayanan bimbingan dan konseling dalam pembinaan akhlak siswa di SMPN se Kota Lhokseumawe, dan 3), Mengapa layanan bimbingan dan konseling terhadap pembinaan akhlak tidak berjalan di sekolah. Atas dasar pertanyaan penelitian, maka menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1), untuk menjelaskan bagaimana pelayanan bimbingan dan konseling dalam pembinaan akhlak siswa di SMPN se Kota Lhokseumawe, 2), untuk menjelaskan bagaimana bentuk pelayanan bimbingan dan konseling dalam pembinaan akhlak siswa di SMPN se Kota Lhokseumawe, dan 3), untuk menjelaskan mengapa layanan bimbingan dan konseling terhadap pembinaan akhlak tidak berjalan di sekolah. Untuk mendapatkan hasil penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumetasi dan wawancara. Data penelitian ini bersumber dari guru bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Dari penelitian ini ditemukan bahwa 1), layanan bimbingan dan konseling terhadap pembinan akhlak siswa telah guru lakukan sesuai dengan prosedur, yaitu pertama memberika pelayana dasar terhadap siswa, kedua layanan respinsif dan ketiga layanan peminatan dan perencanaan individual terhadap siswa. 2), bentuk yang selama ini dilakukan oleh guru terhadap pelayanan bimbingan dan konseling, guru membuat tahapan-tahapan terhadap kasus/masalah yang terjadi pada siswa, yaitu setiap siswa yang bermasalah di tanangani dulu oleh guru mata pelajaran, setelah itu guru kelas, setelah itu baru guru bimpen hingga waka kepala sekolah. Adapun yang 3), tentang tidak berjalan pelayana bimbingan dan konseling terhadap pembinaan akhlak siswa tidak berjalan, semua program yang telah di rencanakan oleh guru bimbingan dan konseling semua berjalan sesuai dengan rencaana dan aturan, masalah ada kesalahan terhadap siswa diluar sekolah bukan semata menjadi tanggung jawab guru atau lingkungan sekolah, maka perlu dilibatkan masyarakat dan pemerintah, maka dari semuanya itu pelayanan bimbingan dan konseling terhadap pembinaan akhlak siswa di SMPN se Kota Lhokseumawe telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan aturan serta SOP yang di peugang oleh guru bimbingan dan konseling disetiap sekolah.

Abstrak

In the current development, especially in the Lhokseumawe city where the morality of students has been shifted further than Islamic teachings, both attitudes, manners and uncoordinated relationships have already entered the realm of drugs, theft, and have even entered to the domain of free sex, based on this worrying development, so the researchers are very interested in investigating more deeply the guidance service for students' moral development in schools, which have a very important role in fostering student morals, so based on this basis the research questions, of the research are, 1), how is the guidance and counseling service in the moral development of students at the junior high school of Lhokseumawe, 2), how is the form of guidance and counseling services in the moral development of students in Lhokseumawe High School, and 3), Why guidance and counseling services for moral formation do not run in school . On the basis of the research questions, the purpose of this study ware to find out: 1), the explaination of the guidance and counseling services in the moral development of students at the junior high school of Lhokseumawe, 2), to investigate the forms of guidance and counseling services in student moral development in junior high school of Lhokseumawe, and 3), to indentific the reasans of the guidance and counseling services for moral formation do not work in junior high school of Lhokseumawe. To get the results of the study, researchers used descriptive qualitative methods, collecting the data through observation, documentary and interview the sourced of the research data are based on the guidance and counseling teacher at the school. The result of this study are. 1), guidance and counseling services for students' moral development had been done by the teacher according to procedures, namely first, giving basic services to students, secona respective services and the third specialization services and individual planning to students. 2), the form that has been carried out by the teacher on guidance and counseling services, the teacher makes stages of cases / problems that occur in students, where, every student who has a problem is handled first by the subject teacher, then the class teacher, and the last the teacher just signed up to the headmaster. 3), all the susdance and conseling programs that have been planned by the guidance and counseling teacher are run well according to the plans and rules, meanwhile the problem is the students mistakes outside the school which not only the responsibility of teachers or school environment, it needs to be involved by the community and the government, so that all guidance and counseling services for the moral development of students in Lhokseumawe Public High School have been implemented well and in accordance with the rules and SOPs held by the guidance and counseling teachers in each school.

References

Abu Ahmadi, Psikologi Sosial, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Hamdani,. Bimbingan dan Penyuluhan, Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Huberman A.M dan Miles.M.B, Analisis Data Kualitatif, Terj. Tjetjep Rohendi Rohidi Universitas Indonisia: UI-Press, 1992.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, cet. Ke-26, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.

M. Arifin, Pokok-pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta: Bulan Bintang, 1985.

Mustafa Zahri, Kunci Memahami Ilmu Tasawuf, Surabaya: Bina Ilmu, 1995.

Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Asdi Mahasatya, 2004.

---------,dkk, Profesi dan Organisasi Profesi Bimbingan dan Konseling, Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat SLTP, 2002.

Yatimin Abdullah, Studi Akhlak Dalam Perspektif Al-Qur’an, Jakarta: Sinar Grafika: 2007.
Published
2019-06-30
How to Cite
Bahri, S. (2019, June 30). PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA DI SMP NEGERI SE-KOTA LHOKSEUMAWE. ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 10(1), 13-20. https://doi.org/https://doi.org/10.47766/itqan.v10i1.228