URGENSI RANAH AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN

  • Noval Fuadi Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Keywords: ranah afektif, pendidikan

Abstract

Pendidikan merupakan upaya untuk membantu perkembangan siswa sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, sehingga siswa dapat hidup secara layak dalam kehidupannya. Dengan demikian melalui pendidikan siswa diharapkan dapat mengembangkan setiap ranah dalam hasil belajar. Tiga ranah hasil belajar, diantaranya  ranah pengetahuan (kognitif), ranah keterampilan (psikomotor) dan ranah nilai-nilai agama dan moral (afektif). Ranah-ranah tersebut dapat dijadikan tolak ukur dalam suatu hasil dari proses belajar. Ketiga ranah dari hasil belajar tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian para pendidik disetiap jenjang pendidikan baik dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas bahkan ditingkat Universitas. Namun, kecenderungan yang terlihat dari tiap-tiap jenjang pendidikan tersebut bahwa pendidik hanya menilai hasil belajar ataupun prestasi belajar hanya dari ranah kognitif (pengetahuan) dan ranah keterampilan (psikomotor) saja, sedangkan ranah sikap (afektif) sedikit dibelakangi. Hal ini memberikan dampak bagi para lulusan dari jenjang pendidikan hanya menguasai teori, sedangkan dalam hal bersikap didalam masyarakat masih sangat lemah. Mereka tidak dapat memposisikan diri sebagai mana yang diminta dari norma-norma didalam masyarakat yang selanjutnya berdampak luas pada merosotnya akhlak anak-anak bangsa. Oleh karena itu ranah afektif sudah sangat perlu menjadi pusat perhatian didalam suatu proses pendidikan.

References

Aunurrahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran, Bandung: Alfabeta.
B. Uno, Hamzah. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM, Jakarta: Bumi Aksara
Bioom, B. S. ed. et al. (1956) Taxonomy of Educational Objectives: Handbook 1. NewYork: David McKay.
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta
Ngalim Purwanto. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Prastomo, Andi.(2013). Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Jogjakarta: DIVA Press.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
Sudjana, Nana. 2008. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Werquin, Patrick. 2010. Recognising non-formal and Informal Learning Outcomes Policies and Practices, OECD.
Published
2018-12-10
How to Cite
Fuadi, N. (2018, December 10). URGENSI RANAH AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN. ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 9(1), 139-151. Retrieved from https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/itqan/article/view/171