PERSPEKTIF GURU BAHASA INDONESIA TERHADAP PEMAHAMAN DAN PENERAPAN LITERASI

  • muhammad iqbal IAIN Lhokseumawe
Keywords: literasi, pemahaman literasi, penerapan literasi

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perspektif guru bahasa Indonesia tentang pemahaman dan penerapan literasi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini terdiri dari 5 guru Bahasa Indonesia pada 5 SMA di Kota Banda Aceh. Alat pengumpulan data berupa angket dan lembaran observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan literasi guru bahasa Indonesia di Kota Banda Aceh dilihat dari 10 indikator pemahaman dan 6 indikator penerapan. Dari 10 indikator pemahaman, ternyata guru itu memahami istilah literasi, media literasi, definisi literasi, fungsi literasi, manfaat literasi, penting literasi, peran literasi, unsur literasi, dan kasus II literasi, sedangkan contoh pembelajaran literasi dan contoh kasus I literasi tidak dapat dipahami oleh sebagian guru. Guru berinisial HY, KH, dan SN tidak memahami contoh kasus I literasi. Pada penerapan literasi, dari 7 indikator yang digunakan dalam penelitian ini, DW dan KH tidak menerapkan kegiatan literasi dan proses literasi yang sesuai dengan teori literasi, sedangkan 4 guru yang lain, yaitu FS, HY, IM, dan SN dapat menerapkan pembelajaran yang berbasis literasi. Guru yang memahami dan menerapkan yang sesuai dengan indikator pemahaman dan penerapan literasi adalah FS, yaitu guru Fatih Bilinggual School. Selain itu, DW, HY, dan SN juga memahami dan menerapkan literasi. Namun,  ketiga sumber data itu masih ada yang tidak sesuai pada salah satu indikator, yaitu HY dan SN pada indikator pemahaman literasi dan DW pada indikator penerapan literasi. Terakhir, KH, guru di SMA 1 Banda Aceh, juga memahami dan menerapkan literasi, tetapi KH masih ada yang tidak sesuai dengan indikator pada salah satu dari masing-masing indikator, yaitu indikator pemahaman dan penerapan literasi.

References

DAFTAR PUSTAKA

Adam. 2009. Literasi Informasi. http://perpus.umy.ac.id/2009/02/19/literasi- informasi/. Diakses tanggal 10 Desember 2014.

APISI. 2008. Aplikasi Literasi Informasi Dalam Kurikulum Nasional (KTSP): Contoh Penerapan Untuk Tingkat SD, SMP dan S MA. Hasil Pelatihan Indonesian Workshop on Information Literacy (Indonesian — WIL) 7- 11 Juli.

Bawden, D. (2008). Origins and concepts of digital literacy. Dalam C. Lankshear&M. Knobel (eds). Digital literacies: concepts, policies, and paradoxes. Pp:15-32. New Yok: Peter Lang.

Brozo, W. G., and Simpson, M. L. (2003). Readers, Teachers, Learners: Expanding Literacy Across the Content Areas (4th ed.). Upper Saddle River, N.J.: Pearson Education Inc.

Chuzaimah, Dahlan. 2003. The Impact of Video Technology on Libraries. Sriwijaya. http://lib.ui.ac.id/

Djajasudarma, T. Fatimah. 2006. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Reflika Aditama.

Fransman, J. 2005. Understanding literacy. Background paper for EFA Global Monitoring Report 2006.

Galbally, Jaclyn Ford. 2014. The Relationship of Literacy Teaching Fficacy Beliefs and Literacy Pedagogical Content Knowledge During Student Teaching. Dissertation: Temple University.

George, Hanna Chaterina. 2011. Peran Tenaga Perpustakaan Sekolah dalam Implementasi Literasi Informasi di Indonesia: (Kajian Terhadap Tenaga Perpustakaan Sekolah Yang Telah Mengikuti Pelatihan Literasi Informasi). Jakarta: Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI.

Hasugian, Jonner. 2008. Urgensi Literasi Informasi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi di Perguruan Tinggi. Pustaha: Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, Vol. 4, No. 2, Desember 2008.

Hattie, J.A.C. 2003. Visible Learning a Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating do Achievement. New York. Routledge.

Holbrook, Jack and Miia Rannikmae. 2009. The Meaning of Scientific Literacy.

Kern, Richard. 2000. Literacy and Language Teaching. Oxford: Oxford University Press.

Merchant, Lucy . 2002. Information Literacy of teachers and pupils in secondary school.

Munaf, S. 2001. Evaluasi Pendidikan. Bandung: FPMIPA UPI.

Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran

Resmini, Novi. 2013. Orasi dan Literasi dalam Pengajaran. Jurnal. Universitas Pendidikan Indonesia.

Saomah, A. 2008. Implementasi Teori Belajar dalam Pendidikan Literasi. Online. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/jurpsikologipenddanbimbingan. (Diakses: 5 Desember 2014, 11:30 WIB).

Streatfield, D. & Markless, S. 1994. Invisible Learning? the Contribution of School Libraries to Teaching and Learning. Library and Information Research Report. London: British Library.

Sturtevant, Elizabeth G. 2003. The Literacy Coach A Key to Improving Teaching and Learning in Secondary Schools. Alliance for Excellent Education.

Wijetunge. Pradeepa. 2005. Empowering 8: the Information Literacy Model Developed in SriLanka to Underpin Changing Education Paradigms of Sri Lanka. Srilanka Journal Of Librarianship. Vol.1(1). Hal.31-41. http://www.cmb.ac.lk/academic/institutes/nilis.org/reports/InformationLiteracy.pdf. Diakses 29 November 2014

Winkel,W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta.:Grasindo.

Yusuf, Suhendra. 2006. Perbandingan Gender dalam Prestasi Litirasi Siswa Indonesia. Bandung: Literacy Institute.
Published
2018-06-15
How to Cite
iqbal, muhammad. (2018, June 15). PERSPEKTIF GURU BAHASA INDONESIA TERHADAP PEMAHAMAN DAN PENERAPAN LITERASI. ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 9(1), 167-182. Retrieved from https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/itqan/article/view/168