DISENTRALISASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA KOTA LHOKSEUMAWE

  • Hafifuddin Hafifuddin Dosen Pasca Sarjana IAIN Lhokseumawe
Keywords: Disentralisasi, Pendidikan Sumber Daya Manusia

Abstract

Pengembangan pendidikan di bawah Kementerian Agama Kota Lhokseumawe merupakan sektor yang dipercayai dapat memberikan pembaharuan bagi pengembangan pendidikan daerah. Namun hingga kini perjalanan pembaharuan tersebut tampaknya belum berjalan dengan baik, artinya wewenang khusus desentralisasi pendidikan Kementerian Agama wilayah Kota Lhokseumawe belum terlihat memberikan aura baru bagi pengembangan pendidikan daerah. Pendidikan seakan-akan berjalan di tempat perubahan kuriklum dipandang hanya sebatas perubahan administrasi guru yang berupa perubahan bentuk silabus dan rencana pembelajaran pendidikan (RPP). Disentralisasi yang diberikan kepada derah seharusnya memberikan pencerahan bagi daerah khususnya Kota Lhokseumawe. Untuk itu penelitian ini mengajukan pertanyaan penelitian. Bagaimana perkembangan desentralisasi pendidikan Islam Bidang apa saja yang diberi wewenang pada daerah, dan Bagaimana implikasi desentralisasi pendidikan Islam dalam  meningkatkan kulitas sumber daya manusia dan pendidikan Islam di pemerintahan Kota Lhokseumawe. Dengan tujuan mengetahui perkembangan desentralisasi pendidikan Islam, untuk mengetahui bidang apa saja yang diberi wewenang pada daerah, dan untuk menjelaskan bagaimana implikasi desentralisasi pendidikan Islam dalam  meningkatkan kulitas sumber daya manusia dan pendidikan Islam di pemerintahan Kota Lhokseumawe. Mengupas serta menganalisanya dengan pendekatan kualitatif diskirptif diharapkan memberi hasil yang signifikan. Setelah penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan berikut hasil yang ditemukan. Perkembangan pendidikan daerah sejak berlakunya desentralisasi pendidikan khususnya pendidikan Islam daerah telah dirasakan memberikan dampak yang melegakan. Di antara perkembangan yang dicapai adalah memberikan kesejahteraan bagi para pengajar di lingkungan Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, melalui insentif, dana tc, sertifikasi, dan pemberian kewenangan pada pihak sekolah untuk merekrut tenaga pengajar. Beberapa bidang kewenangan desentralisasi pendidikan yang diberikan di daerah adalah sebagai berikut: Bidang Pengembangan Kurikulum, Pengembangan Sumberdaya Manusia, Menentukan sendiri pengoperasionalan dana sekolah, Dan menentukan standar isi dalam proses pembelajaran yang berimbas pada penentuan standar minimal kelulusan.

References

Abdul Khaliq dkk. Paradigma Pendidikan Islam, Cet. I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2001
Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006
Abidin Ibn Rusd, Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan, Yogyakarta: Pusataka Pelajar, 1998
Abu Achmadi, Islam Paradigma Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Aditiya Media, 1992
Bapennas – Depniknas, Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah,
Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2001
BPS Provinsi Nanggroe Aceh Darussaleh tahun 2009
Bratakusumah, Deddy Supriadi dan Dadang Shalihin, Otonomi Penyelenggaraan Pemerintah Derah, Jakarta: Gramedia Pusaka UTama, 2002
Conny Semiawan, Modul Landasan Akademik Akreditasi Perguruan Tinggi, Jakarta: BAN-PT, 2005
Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam Pokok-Pokok Pikiran Tentang Paradigma Dan Sistem Islam, Cet. I, Jakarta: Gema Insani, 2004
Fasli Jalal dan Dedi Supriadi, Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah, Yogyakarta: Adecita Karya Nusa, 2001
Habullah, Otonomi Pendidikan Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya terhadap Penyelenggaraan Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rajawali Press, 2008
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/otonomi-daerah/desentralisasi-pendidikan, diakses pada Tanggal 12 April 2010
Jusuf Amir Feisal, Reoreantasi Pendidikan Islam, Jakarta: Gema Insani Press, 1995
Mastuhu, Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional Dalam Abad 21, Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2003
Mochtar Bukhari, Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1994
Muhammad al-Nuqib al-Attas, Konsep Pendidikan Dalam Islam, Bandung: Mizan, 1988
Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani, Filsafat Pendidikan Islam Terjemahan Hasan Langgulung, Cet. I, Jakarta: Bulan Bintang, 1979
Pedoman Penulisan Proposal dan Tesis, Progaram Pascasarjana IAIN Sumatera Utara Medan, 2006.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2004
Rondinelli Denis dan Cheema G. Shabbir, Decentralization and Development, California: Beverly Hills, 1983
Sam M. Chan dan Tuti T. Sam, Analisis Swot Kebijakan Pendidikan Era Otonomi Daerah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010
Sri Hargiono, Otonomi Daerah dan Desentralisasi Pendidikan, Artikel: Tahun 2009
Sugiono, Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif , kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2006
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarat: Rineka Cipta, 2002
UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
Zulfikar Ali Buto & Hafifuddin, Diktat Ilmu Pendidikan Diktat, Jurusan Tarbiyah, prodi Pendidikan Agama Islam, STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, 2009
Published
2017-12-13
How to Cite
Hafifuddin, H. (2017, December 13). DISENTRALISASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA KOTA LHOKSEUMAWE. ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 8(2), 169-186. Retrieved from https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/itqan/article/view/110