REFLEKSI-INTROSPEKSI: TANTANGAN DAN PENOPANG KEMAJUAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH

  • Suriana Suriana Dosen FTIK IAIN Lhokseumawe
Keywords: Tantangan, Penopang, Kemajuan, Lembaga Pendidikan Tinggi Islam, Dinasti Abbasiyah

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji tantangan dan penopang kemajuan lembaga pendidikan tinggi Islam pada masa Dinasti Abbasiyah sebagai refleksi bagi lembaga pendidikan tinggi Islam saat ini. Hal ini disebabkan selama ini kajian terhadap kemajuan lembaga pendidikan tinggi pada masa ini hanya sebatas melihat sisi kemajuannya semata sedangkan sisi perjuangan pahitnya terabaikan. Di samping kajian tersebut tidak dijadikan i’tibar bagi lembaga pendidikan tinggi Islam untuk mengintrospeksi diri, bahkan terlena dengan kemegahan Abbasiyah yang meninabobokkan. Untuk itu artikel ini berfokus pada sisi tantangan dan penopang lembaga pendidikan tinggi Dinasti Abbasiyah untuk mencapai puncak kemajuan. Adapun sumber-sumber yang menjadi rujukan adalah buku-buku dan jurnal artikel yang terkait langsung dengan sejarah pendidikan pada masa Dinasti Abbasiyah dan sumber-sumber pendukung lainnya mengenai sejarah peradaban Islam masa klasik. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah dekriptif analitik, yakni mendeskripsikan fakta sejarah, kemudian dianalisis untuk menemukan i’tibar yang dapat dipetik. Adapun hasil yang ditemukan adalah dalam mendirikan dan memajukan lembaga pedidikan tinggi Islam, Dinasti Abbasiyah menghadapi tantangan di bidang politik, sosial, persaingan antar aliran keagamaan, persaingan dengan bangsa yang telah maju sebelumnya, dan penanaman ideologi negara. Untuk menopang kemajuanlembaga pendidikan tinggi ini, khalifah Abbasiyah menempuh upaya keras untuk menstabilkan kondisi politik untuk terciptanya keamanan, menghapus sistem kasta yang telah mengakar dalam budaya orang Arab serta menerapkan konsep pendidikan multikultural, menghentikan penyebaran aliran-aliran agama Islam yang menyimpang, bekerja sama dengan ilmuwan dari bangsa yang telah maju sebelumnya, dan menanamkan ideologi negara yang ahlussunnah. Lembaga pendidikan tinggi Islam saat ini dapat memetik beberapa pembelajaran berharga dari sejarah ini, yakni dari sisi kegigihan dan kerja cerdas dalam proses pendirian dan pengembangan lembaga, kegiatan penelitian dan pengembangan keilmuan, kemampuan untuk mengembangkan jaringan kerja (networking), kemampuan bekerja sama (teamwork), mencintai kualitas yang tinggi/komitmen mutu, dan inovasi lembaga pendidikan.

References

Mas’ud, A. (2002). Mengggagas Format Pendidikaan Non Dikotomik: Humanismen Religius sebagai Paradigma Pendidikan Islam. Yogyakarta: Gama Media.
Nata, A. (2010).Sejarah Pendidikan Islam: Pada Periode Klasik dan Pertengahan, Cet. II. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Syalabi, A. (2003).Sejarah Kebudayaan 3, Cet. II.Jakarta: Pustaka al-Husna Baru, 2003.
Thohir, A. (2004).Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam, Cet. I.Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004.
Muhammad ash-Shallabi, A. (2014).Bangkit dan Runtuhnya Daulah Bani Saljuk, (Samson Rahman, Penerjemah).Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2014.
Yatim, B. (2002).Sejarah Peradaban Islam, Cet. XIII. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002.
Michael Stanton, C. (1994). Pendidikan Tinggi dalam Islam: Sejarah dan Peranannya dalam Kemajuan Ilmu Pengetahuan. (Afandi dan Hasan Asari, Penerjemah). Cet. I, Jakarta: Logos Publishing House.
Dewan Redaksi Ensiklopedia. (2003). Ensiklopedia Islam, Jil. 4, Cet. XI, Jakarta: Ichtiar Baru Van Houve.
Abdurrahman, D. (1999).Metode Penelitian Sejarah.Cet. I, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
_______. (2004).Sejarah Peradaban Islam: dari Masa Klasik hingga Modern.Cet. II, Yogyakarta: LESFI.
Haidar Putra Daulay dan Nurgaya Pasa. (2013).Pendidikan Islam dalam Lintasan Sejarah. Ed. 1, Cet. I, Jakarta: Kencana.
Haidar Putra Daulay. (2012).Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia.Cet. III, Jakarta: Kencana.
Asrohah, H.(1999).Sejarah Pendidikan Islam.Cet. I, Jakarta: Logos.
Hepi Andi Bastoni. (2008).Sejarah Para Khalifah.Cet. I, Jakarta: Pustaka al-Kautsar.
Ismawati. (2015).Peran Madrasah Nizhamiyah pada Masa Nizham al-Mulk 1065-1072 M, Skripsi, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mubarok, J. (2005). Sejarah Peradaban Islam.Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Amstrong, K. (2003). Islam: A Short History (Ira Puspito Rini, Penerjemah). Cet. III, Yogyakarta: Ikon Teralitera.
Lailial Muhtifah. (2008).Sejarah Sosial Pendidikan Islam; Konsep Dasar Pendidikan Multikultural di Institusi Pendidikan Islam Zaman al-Ma’mun (813-833 M), Jakarta: Kencana.
Yunus, M. (1992). Sejarah Pendidikan Islam.Jakarta: Hidakarya Agung.
Madjid, N. (2000).Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan, Jakarta: Paramadina.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya BAB V Pasal 7.
Mahroes, S. (2015).Kebangkitan Pendidikan Dinasti Abbasiyah Perspektif Sejarah Pendidikan Islam,Jurnal Tarbiya, Vol. I, No. 1.
Suwendi. (2004). Sejarah & Pemikiran Pendidikan Islam, Cet. I, Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Suwito (ed). (2005). Sejarah Sosial Pendidikan Islam, Cet. I, Jakarta: Prenada Media.
Husen, U. (2008). Sejarah Pendidikan Islam, Cet. I, Banda Aceh: Citra Kreasi Utama.
Yakub Matondang, Y. (1998). Perguruan Tinggi Islam sebagai Subjek dan Objek Moral Akademik di Era Globalisasi dalam Syahrin Harahap (Ed), Perguruan Tinggi Islam di Era Globalisasi, Yogyakarta: Tiara Wacana.
Zuhairini dkk. (1992).Sejarah Pendidikan, Cet. III.Jakarta: Bumi Aksara.
Published
2017-12-13
How to Cite
Suriana, S. (2017, December 13). REFLEKSI-INTROSPEKSI: TANTANGAN DAN PENOPANG KEMAJUAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH. ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 8(2), 107-121. Retrieved from https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/itqan/article/view/106