KEBIASAAN YANG MENJADI HUKUM ADAT LINTAS KELUARGA (Studi Kasus Kunjungan Setiap Hari Raya Besar Antar Umat Beragama Di Sulawesi Utara)

  • Prasetio Rumondor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Anisa Jihan Tumiwa Institut Agama Islam Negeri Manado
Keywords: Visits, Feast Day, Common Law, Cross-Family, Understanding

Abstract

ABSTRACT

The Purpose of writing this articles is to find out the interactions and habits of the people on major holidays between religious communities in North Sulawesi. This study uses qualitative research methods, with data collection techniques based on observations, interviews and documentation studies, as well as sociological approaches with studies cross-sectional. The results of this study show that interfaith visits, especially by each family, are still strongly bound by kinship but have distance and boundaries from each religion. Then, there are legal causes and legal consequences that occur from customary law visit when religious feast day are smaller in scope, namely the family which will automatically influence the interaction of the people of North Sulawesi.

Keywords: Visits, Feast Day, Common Law, Cross-Family, Understanding

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan kebiasaan masyarakat pada hari raya besar antar umat beragama di Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi, serta pendekatan sosiologi dengan studi cross-sectional. Adapun hasil penelitian ini bahwa kunjungan antar umat beragama terkhususnya oleh setiap keluarga masih terikat kental dengan tali persaudaraan namun mempunyai jarak dan batasan dari masing-masing agamanya. Kemudian, adanya sebab-sebab hukum dan akibat hukum yang terjadi dari hukum adat kunjung-mengunjungi ketika hari-hari besar keagamaan yang dalam lingkup lebih kecil yaitu keluarga yang secara otomatis akan mempengaruhi interaksi masyarakat Sulawesi Utara.

Kata Kunci: Kunjungan; Hari Raya; Hukum Adat; Lintas Keluarga; Pemahaman

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albani, M. S., Daulay, M. N. H., Susanti, N., & Syam, S. (2017). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Arrsjad, C. (2000). Chainur, Dasar-Dasar Ilmu Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Bukido, R. (2016). Paradigm and Reality of Law Enforcement in Indonesia. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 4(1), 1–11.
Bukido, R., Rumkel, N., Wekke, I. S., & Palm, E. (2018). Customary Law of Larwul Ngabal in the Implementation of Regional Autonomy in North Moluccas. Hasanuddin Law Review, 4(2), 242–255.
Konoras, A. (2017). Eksistensi Hukum Islam dan Hukum Adat dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 14(2), 1–13.
Mantu, R. (2015). Memaknai Torang Samua Basudara: Manajemen Dakwah Berbasis Kearifan Lokal Di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Potret Pemikiran, 19(2), 42–65.
Musa, I. (2017, Desember). Hasil Wawancara.
Salim, D. P. (2017). Kerukunan Umat Beragama vs Kebebasan Beragama di Indonesia. Jurnal Potret Pemikiran, 21(2), 15–34.
Soyomukti, N. (2016). Pengantar Sosiologi Dasar Analisi, Teori, & Pendekatan Menuju Analisi Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial, & Kajian-Kajian Strategis. Jakarta: Ar-Ruz Media.
Sumohardjo, Aqila Fadia. (2018, Desember). Hasil Wawancara.
Tanya, B. L., Simanjuntak, Y. N., & Hage, M. Y. (2007). Teori Hukum. Surabaya: CV Kita.
Tumiwa, Eske. (2018, Desember). Hasil Wawancara.
Published
2019-12-07
How to Cite
Rumondor, P., & Tumiwa, A. (2019, December 7). KEBIASAAN YANG MENJADI HUKUM ADAT LINTAS KELUARGA (Studi Kasus Kunjungan Setiap Hari Raya Besar Antar Umat Beragama Di Sulawesi Utara). Jurnal Al Mabhats, 4(2), 165-180. Retrieved from https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/al-mabhats/article/view/478